Real Madrid

5 Alasan Julen Lopetegui Kesulitan di Real Madrid

Julen Lopetegui diusung menjadi pelatih Real Madrid pada musim panas. Ia diberi tugas berat guna menggantikan Zinedine Zidaneyang suksesmenyerahkan tiga gelar Liga Champions secara beruntun.

Namun, kehidupan Los Blancos di bawah asuhan mantan pelatih timnas Spanyoltersebut menjadi sulit. Mereka menjalani start yang buruk pada mula musim ini.

Yang terbaru, Los Blancos dihajar rival abadinya Barcelona dengan skor telak 5-1 di Camp Nou. Hal tersebut membuat Los Blancos menelan kekalahan dalam tiga pertandingan beruntun di La Liga sampai-sampai tercecer di peringkat ke-9 klasemen sementara.

Real Madrid
Real Madrid

Lopetegui mendarat di Real Madrid yang baru saja memenangkan tiga gelar Liga Champions beruntun dan punya sejumlah pemain ruang belajar dunia di skuat mereka. Namun, terdapat faktor-faktor tertentu yang menciptakan dia menghadapi jalan yang terjal di Bernabeu.

Berikut ini lima dalil Julen Lopetegui kendala di Real Madrid sepertidikutip Sportskeeda.

Penjualan Ronaldo

Setelah bermain di Real Madrid sekitar sembilan tahun, Cristiano Ronaldomenyimpulkan hengkang ke Juventus pada musim panas. Ronaldo meninggalkan Madrid dengan rekor gol yang paling luar biasa.

Ronaldo melanjutkan penampilan impresifnya di Turin dan ketika ini telah mencetak tujuh gol dan empat assist (lebih tidak sedikit dari pemain Real Madrid ketika ini) melulu dalam 10 pertandingan Serie A.

Dilansir dari Betwin188 Ronaldo dapat menjamin mencetak 40+ gol masing-masing musim dan masing-masing tim di dunia tentu akan menderita kehilangan pemain laksana itu. Sayangnya, Lopetegui datang di ketika Ronaldo pergi sampai-sampai Madrid sangat kendala mencetak gol.

Lopetegui Bukan Bagi Kaliber Madrid

Menangani Real Madrid ialah pekerjaan yang berat sebab selalu dituntut untuk menyerahkan kesuksesan secara instan. Hanya pelatih terbaik di dunia yang dapat mengatasi tekanan laksana itu.

Selain tersebut Madrid punya tidak sedikit pemain bintang yang lazimnya punya ego tinggi sampai-sampai pelatih mesti dapat memenangkan ruang ganti. Lopetegui kelihatannya sudah gagal mengisi target dalam keduaurusan tersebut.

Lopetegui mendarat di Real Madrid dengan rekam jejak yang tidakterlampau istimewa. Dia tercatat melulu dua kali menangani klub, yakni Rayo Vallecano dan FC Porto dan tidak dapat mempersembahkan gelar apa pununtuk kedua klub tersebut sebelum kesudahannya dipecat.

Lopetegui memang pernah membawa Timnas Spanyol U-19 dan Timnas Spanyol U-21 menjuarai Piala Eropa pada 2012 dan 2013. Namun, urusan tersebut sepertinya masih belum lumayan untuk menangani klub sekaliber Los Blancos.

Pemain Mulai Menurun

Real Madrid
Real Madrid

Real Madrid ketika ini memiliki sejumlah pemain ruang belajar dunia yang bermain bareng selama enam tahun terakhir. Mereka dapat mengantarkan klub meraih kesuksesan besar dengan memenangkan empat Liga Champions dalam lima tahun terakhir.

Namun, masa keemasan sejumlah pemain utama Los Blancos kelihatannya akan segera berakhir. Satu per satu pemain mulai dimakan usia sampai-sampai tajinya mulai memudar. Kondisi tersebut diperparah dengan kepergian Cristiano Ronaldo.

Setelah Ronaldo pergi, semua pemain terlihat laksana sudah kehilangan motivasi. Hal tersebut serupa dengan apa yang terjadi pada skuat Galactico kesatu , generasi emas Spanyol dan kesebelasan Jerman ketika ini.

Tetap Pertahankan Benzema Sebagai Striker Utama

Kepergian Ronaldo akan menciptakan Real Madrid kehilangan mesin gol utamanya. Oleh sebab itu, tidak mengherankan andai klub dikaitkan dengansebanyak striker papan atas laksana Harry Kane dan Mauro Icardi.

Namun, Los Blancos malah tidak menyebabkan pengganti Ronaldo pada musim panas. Yang lebih mengejutkan, mereka tetap menjaga Benzema sebagai striker utama. Padahal, penampilan Benzema telah menurun menyeluruh selama sejumlah tahun belakangan ini.

Benzema bahkan melulu mencetak lima gol dari 31 penampilan di La Liga. Madrid sangat memerlukan gol dan sayangnya Benzema tidak dapat memberikan urusan itu. Oleh sebab itu, tidak mengherankan bila Madrid sangat kendala mencetak gol pada musim ini.

Kedalaman Skuat Kurang

Pemain inti Real Madrid paling luar biasa. Sergio Ramos, Luka Modric, Gareth Bale, Toni Kroos dan Marcelo ialah yang terbaik di posisinya masing-masing. Namun, terdapat kalanya mereka bermain buruk atau mesti absen namun Julen Lopetegui tidak punya tidak sedikit pilihan di bangku cadangan.

Pada musim 2016/17, Real Madrid punya tidak sedikit bakat di bangku cadangan. Zidane dapat memasukkan Marco Asensio, Alvaro Morata, Isco dan James Rodriguez dari bangku cadangan. Oleh sebab itu, tidak mengherankanbila mereka dapat memenangkan LaLiga pada musim itu.

Sebagian besar pemain tersebut telah pergi dan mereka mayoritas tidak digantikan atau digantikan oleh pemain yang tidak sepadan. Lopetegui tidak punya pemain yang dapat menjadi pembeda dari bangku cadangan dan karena tersebut Los Blancos tidak jarang terlihat menderita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *