wisata ntt

Pengalaman Tak Terlupakan Di Pulau Alor

Selama ini semua senior di kantor tidak jarang kali bercerita mengenai indahnya pantai di Alor, terlebih pemandangan di dalam lautnya.. Begitupun tulisan-tulisan yang gue baca laksana di Lonely Planet misalnya, ataupun video petualangan Nadine Chandrawinata. Setelah melulu menahan mupeng sekitar berbulan-bulan lamanya, kesudahannya waktu yang gue nanti-nantikan datang juga. Bersama dengan Pak Zen sang mentor dalam kerjaan dan kehidupan, kesudahannya berangkat lah gue ke Pulau Alor.

 

Dikutip https://betwin188.org/ Sebelum pesawat tiba di bandara Alor, kita dapat liat ada suatu pulau kecil tak berpenghuni di seberang bandara. Pulau ini indah, lautnya dangkal, bahkan ketika air laut surut, kita dapat jalan kaki dari bandara ke pulau ini. Perjalanan dari bandara ke pusat kota Kalabahi pun dimanjakan dengan pemandangan air laut yang mempunyai 3 lapisan warna. ohestetis banget.

 

Selang sejumlah hari, di hari Sabtu, gue sama Pak Zen menyimpulkan untuk jalan-jalan ke Alor Kecil, yang bersebrangan dengan Pulau Kepa. Disana, kami mengupayakan mengelilingi laut di dekat Pulau Kepa memakai kapal motor. Cuma keliling-keliling, gue ngerasa belum puas. Akhirnyamenyimpulkan untuk pulang kesini esok harinya guna nyebrang ke Pulau Kepa.

 

Selepas turun dari kapal dan pulang ke Alor Kecil, kami mengupayakan menyusuri pantai di sana. Ada sejumlah perahu kecil dan anak-anak kecil yang sedang bermain disana. Ternyata perahu-perahu kecil tersebut milik mereka, anak-anak nelayan yang bermukim di Alor Kecil. Gue tanya apadapat mereka nganterin ke pulau Kepa? dan mereka bersedia, kesudahannya disepakati kelak pagi sampai senja hari guna jalan-jalan ke Pulau Kepa.. Lucunya, bukan hanya gue yang dipanggil mas, Pak Zen yang notabene udah bapak-bapak pun dipanggil mas sama mereka, haha.. Mungkin merekaberpikir semua laki-laki dari Pulau Jawa, entah muda atau jauh lebih tua, tetap dipanggil Mas haha..

 

Besoknya gue dan Pak Zen pulang ke Alor Kecil, dan anak-anak tersebut sudah menunggu. Yang namanya gue inget hanya 1, Topan yang gendut. Taktak sempat gue pun bawa bekal buat santap siang, snack, dan minuman. Soalnya di pulau Kepa gak terdapat yang jual makanan. Ada sih di penginapan, tapi tersebut untuk semua tamu. Perjalanan memakai perahu kecil ini jauh lebih seru dibanding kapal motor. Deg-degannya terdapat juga, kapalnya hanya selebar badan, hahaha.. Tapi kepuasannya jauh laah,anda juga dapat mendayung sendiri.

 

Sampai di Pulau Kepa, kami seluruh berenang di dekat dermaga.. Beruntung, terdapat orang yang minjemin snorkel gear bikin gue dan pak Zen. Beruntung pun waktu tersebut air laut lagi surut, maka haritersebut sampe senja kami snorkeling di dekat dermaga. Di dermaga aja, gue dapat ngeliat sekian banyak  jenis ikan dan terumbu karang,lagipula kalo diving di spot-spot kesayangan ya? wooooh tentu surga banget nih Alor..

 

Sabtu berikutnya, gue sama pak Zen pulang kesini dan pengen ngerasain nginep di La Petite Kepa. Pas ke penginapan, gue tanya ke pelayannya katanya penuh, namun gue diajak coba hubungi langsung ke empunya penginapan yang rumahnya gak jauh dari penginapan La Petite Kepa. Ketemulah gue sama istrinya om Cedric, 2 orang anaknya, dan seorang anakwarga asli Kepa. Namun ternyata sia-sia, dia bilang penginapan udah full booked.. Sebagai satu-satunya penginapan di Pulau Kepa, lumrah sih bila gue gak dapet kamar. Oya, penginapan di Kepa ini berbentuk bungalow. Desainnya standar, gak kaya bungalow-bungalow di Gili Air ataupun di Kepulauan Komodo.

Om Cedric ini udah cukup lama menjalankan bisnis penginapan dan dive operator di Pulau Kepa ini. Mereka berasal dari Prancis. 2 orang anaknya perempuan, yang gede Lila, dan yang kecil Anouk. Pas gue kesana, kepala Lila gundul plontos, katanya rambutnya kebakar pas mainan api, sekalian digundul deh, haha badung sih. Lila ini udah sekolah SD, bersama sama anak-anak lokal di Alor Kecil. Sedangkan Anouk, cute banget ni anak, jadi yaudah gue abadikan foto bareng Anouk. Pas gue ke sana, dia lagi belajar sama temen cowonya, anak warga asli Pulau Kepa.

Alhasil, hari tersebut gue hanya keliling-keliling Pulau Kepa aja. Pengen sih ngelilingin pulau, namun katanya gak semuanya berpasir, dan di hutan tidak sedikit ularnya. Yaudah main-main di pasir putihnya aja..

 

Mentari yang berkeinginan menuju peraduan memaksa kami guna mengakhiriberfoya-foya di Pulau Kepa.. Anak-anak ini mengirimkan kami menyeberang ke Pulau Alor dan lantas gue lanjutkan dari Alor Kecil ke Kalabahi dengan sepeda motor. Perjalanan ke Kalabahi memakan masa-masa 30 menit.. Ah, thanks anak-anak, semoga dapat berjumpa lagi.. Gak tak sempat gue kasihtidak banyak uang jajan bikin mereka.